Kembali ke Facebook…
Juni 5, 2009
buneyasmin
Sebenarnya ini cerita agak basi. Tapi kayaknya tidak fair kalau tidak saya ceritakan, sebab dulu di MP sekitar bulan Maret, saya pernah berkisah bahwa saya meninggalkan Facebook, dengan alasan terganggu bahkan terancam “seseorang dari masa lalu”.
Setelah kurang lebih satu bulan meninggalkan Facebook, akhirnya saya kembali dengan semangat baru, visi dan misi baru *halah*.
Bagaimanapun saya akui pesona Facebook memang memukau. Selain bisa menjadi sarana ampuh menyalurkan hasrat narsis kita, fiturnya yang memungkinkan saya menemukan kembali bahkan langsung terhubung melalui FB messenger dengan rekan-rekan dan handai taulan yang sempat terpisah, sungguh suatu keajaiban.
Namun saya akui, seperti pisau bermata dua. Bila tidak bijak menggunakannya, seperti juga situs jejaring sosial lainnya, Facebook akan membuat kita terjerembab ke jurang nestapa yang tidak kita inginkan. Makanya bagi yang sudah menjerumuskan diri ke dunia Facebook, saya sarankan berhati-hati.
Well, ceritanya, gara-gara keluar secara temporary dari Facebook-lah saya banyak belajar tentang Facebook. Dalam pelarian, saya menemukan tips-tips bagaimana cara ber-Facebook dengan aman dan terkendali. Tips ini mungkin sudah banyak yang tahu, dan satu orang bisa cocok dengan ini, tapi mungkin bagi yang lain, tips ini tidak cocok, tergantung sikon. Tapi tak ada salahnya bila berbagi dengan yang belum tahu kan?
* Meng-add dan menerima add hanya dari orang yang jelas kita kenal, atau orang yang tidak kita kenal namun kita yakin reputasinya tidak diragukan.
* Bila dalam perkembangan ada sesuatu yang membuat kita tidak nyaman, dan ingin menghapus seseorang dari daftar kontak, lakukan tanpa ragu-ragu. Sebab ternyata orang yang kita hapus itu, tidak akan tahu dirinya kita hapus dari daftar kontak kita. So, dengan demikian tidak akan membuat dia tersinggung.
* Bila seseorang bertindak menyebalkan, namun kita tidak sampai hati menghapusnya dari daftar kontak, cukup sembunyikan saja status-statusnya, dengan cara menekan simbol X di samping statusnya. Dengan demikian status orang itu tidak akan terlihat lagi. Sejauh ini saya lakukan ini terhadap orang yang:
A. terlalu banyak memposting status dalam sehari.
B. terlalu banyak menulis status-status nggak mutu, nggak sopan dan nggak penting
C. memposting status “itu-itu saja”.
D. hanyut dalam dindingnya sendiri, kagak pernah FB-walking
* Bagi kontak yang sudah benar-benar membuat kita merasa tidak nyaman, terteror, terancam dengan keberadaannya, silakan blokir saja. Caranya masuk di pengaturan, lalu klik privacy. Kita bisa memblokir orang yang sudah masuk kontak kita maupun belum. Dengan demikian, orang yang kita blokir tidak akan bisa mengakses kita, mengetahui keberadaan kita di dunia Facebook dan melihat postingan2 kita di halaman kita maupun di halaman kotan-kontak kita. Demikian juga sebaliknya.
Ini dulu sharing saya hari ini, semoga bermanfaat. Selamat ber-FB secara sangkil dan mangkus
Entry Filed under: Uncategorized
Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
mamawulung |
April 28, 2010 pukul 10:09 am
saya juga dari dulu gak pernah mau terima orang yang tidak saya kenal sama sekali sebagai teman. btw bune ayo rumah wp nya diisi lagi dong biar gak melompong.
2.
buneyasmin |
April 28, 2010 pukul 11:12 am
internet adalah pisau bermata dua. kalau kita gunakan secara bijak akan mengntungkan. kalau sebaliknya akan menjerumuskan. ya kan jeng? insya Allah ntar saya nulis-nulis lagi. makasih suportnya..